Menjemput Lailatul qadar
Sebuah kontemplasi kehidupan rakyat kecil “Wah…pisangnya bagus-bagus Mbah…” kataku sembari berjongkok di depan perempuan sepuh yang berjualan di pinggir jalan depan pasar… “Lha monggo _dipundut (dibeli)…”_ kata perempuan itu riang. Sungguh sudah sangat sepuh, rautnya penuh kerut. Kulitnya hitam. Kurus badannya. Tapi suaranya cemengkling masih nyaring), riang. Giginya terlihat masih [...]